Posts

KEHIDUPAN SOSIAL - ANTROPOLOGI

  BAB I PENDAHULUAN A.     Latar Belakang Masalah Manusia merupakan makhluk Tuhan Yang Maha Esa yang paling sempurna dari makhluk lainnya. Dengan segala kelebihan yang dimiliki manusia dibanding makhluk lainnya membuat manusia memiliki kedudukan atau derajat yang lebih tinggi. Manusia juga disertai akal, pikiran, perasaan sehingga manusia dapat memenuhi segala keinginannya yang diberikan Tuhan YME. Manusia adalah mahluk hidup ciptaan tuhan dengan segala fungsi dan potensinya yang tunduk kepada aturan hukum alam, mengalami kelahiran, pertumbuhan, perkembangan, dan mati. Serta terkait serta berinteraksi dengan alam dan lingkungannya dalam sebuah hubungan timbal balik, baik itu positis maupun negatif. Manusia juga sebagai mahkluk individu memiliki pemikiran-pemikiran tentang apa yang menurutnya sesuai ketika tindakan-tindakan yang ia ambil dan sebagai makhluk sosial yang saling berhubungan dan keterkaitannya dengan lingkungan dan tempat tinggalnya. B.  ...

cara mengetahui SYAZ hadis - KAEDAH SYAZ

Image
UNDUH -- KAEDAH SYAZ --->>  makalah lengkap   Pengertian Sya>z| Kata “Sya>z\”   secara bahasa dapat berarti, yang jarang, yang menyendiri, yang asing, yang menyalahi aturan, yang menyalahi orang banyak. Adapun kaitannya secara istilah, menurut Ibnu Hajar hadis sya>z|  adalah hadis yang diriwayatkan oleh perawi terpercaya yang bertentangan dengan perawi yang lebih terpercaya, bisa karena perawi yang lebih terpercaya tersebut lebih kuat hapalannya, lebih banyak jumlahnya atau karena sebab-sebab lain yang membuat riwayatnya lebih dimenangkan, seperti karena jumlah perawi dalam sanadnya lebih sedikit. a.        Ulama muhaddis|i>n mengenai defenisi sya>z| االشاذ ما رواه المقبول مخالفا لمن هو لولى منه لكثرة عداد لو زيادة  حفظ. و المحفوظ مقابل الشاذ. و هو ما رواه الثقة مخالفا لمن هو دونه فى االقبول. “ Sya>z| adalah hadis yang diriwatkan oleh rawi yang makbul yang menyalahi riwayat orang yang leb...

cara atau METODOLOGI PEMAHAMAN HADIS

METODOLOGI PEMAHAMAN HADIS BAB I PENDAHULUAN A.           Latar Belakang Pada dasarnya manusia adalah makhluk sempurna yang haus akan ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan tidak hanya bersumber dari suatu yang sifatnya rasio atau aqli, akan tetapi juga bersifat naqli. Dalam memahami berbagai persoalan dunia maupun agama, seorang Muslim tentunya sangat tergantung pada unsur aqli dan naqli. Khusus dalam persoalan naqli ini berarti tidak terlepas dari persoalan al-Qur’an dan al-Hadits yang merupakan sumber utama dalam prinsip Islam.             Hadis atau “Sunnah” [1] adalah segala sesuatu dinisbatkan kepada Nabi Muhammad  SAW baik berupa perkataan, perbuatan atau ketetapan atau sifat Khuluqiyyah (sifat akhlak nabi) atau Khalqiyah (sifat ciptaan atau bentuk tubuh nabi) sebelum bi’tsah (diutus menjadi rasul) atau sesudahnya. [2] Secara epistomologi. Hadis dipandang oleh mayori...

BERITA TERBARU !!

MOTIVASI IBADAH.com

Popular posts from this blog