Posts

KEHIDUPAN SOSIAL - ANTROPOLOGI

  BAB I PENDAHULUAN A.     Latar Belakang Masalah Manusia merupakan makhluk Tuhan Yang Maha Esa yang paling sempurna dari makhluk lainnya. Dengan segala kelebihan yang dimiliki manusia dibanding makhluk lainnya membuat manusia memiliki kedudukan atau derajat yang lebih tinggi. Manusia juga disertai akal, pikiran, perasaan sehingga manusia dapat memenuhi segala keinginannya yang diberikan Tuhan YME. Manusia adalah mahluk hidup ciptaan tuhan dengan segala fungsi dan potensinya yang tunduk kepada aturan hukum alam, mengalami kelahiran, pertumbuhan, perkembangan, dan mati. Serta terkait serta berinteraksi dengan alam dan lingkungannya dalam sebuah hubungan timbal balik, baik itu positis maupun negatif. Manusia juga sebagai mahkluk individu memiliki pemikiran-pemikiran tentang apa yang menurutnya sesuai ketika tindakan-tindakan yang ia ambil dan sebagai makhluk sosial yang saling berhubungan dan keterkaitannya dengan lingkungan dan tempat tinggalnya. B.  ...

KRITERIA KEPALA NEGARA DALAM PERSPEKTIF HADIS

Image
KRITERIA KEPALA NEGARA DALAM PERSPEKTIF HADIS Pendahuluan latar belakang Al-Qur'an dan As-Sunnah adalah dua sumber utama ajaran Islam. Oleh karena itu, keduanya selalu dijadikan landasan keyakinan, ritual, adat istiadat, etika, ekonomi, politik, peradaban dan seluruh aspek kehidupan umat Islam, baik yang sakral maupun duniawi, pada tataran ¥ abl minallah (vertikal) dan ¥ abl min al. -n ± s (horizontal).

JENIS - JENIS PENELITIAN HADIS

A.   Model Penelitian Hadis 1.       Model Penelitian Klasik Dalam penelitian ini , model penelitian diarahkan kepada dua segi yaitu sanad dan matan, yang dikenal dengan kaedah keshahihan hadis. a.        Penelitian Sanad Dalam penelitian sanad [1] , model yang ditempuh adalah dengan melakukan langkah-langkah berikut ini. Pertama, melakukan i’tibar. Gunanya untuk mengetahui keadaan sanad hadis seluruhnya dilihat dari ada atau tidak adanya pendukung berupa periwayat yang berstatus mutabi’ atau syahid. Kedua, meneliti pribadi periwayat dan metode periwayatannya. Dalam langkah ini yang lazim dilakukan adalah: 1) Sejumlah kriteria keshahihan sanad hadis seperti disebutkan didepan dijadikan patokan untuk menilai kualitas pribadi (adil) dan kapasitas intelektual (dhabit) periwayat yang diteliti. 2) Disusul sekilas tentang al-jarh wa al-ta’dil yang pada dasarnya mengeritik celaan atau pujian terhadap periwayat hadis yang...

BERITA TERBARU !!