HADIS SAHIH HASAN dan DA'IF
1.
Hadis s}ah}i>h} adalah hadis yang bersambung
sanadnya dari awal sampai ke Rasulullah, semua perawinya dalam rentetan sanad
bersifat s\iqah (‘a>dil dan d}a>bit}), serta selamat
dari sya>z\ dan ‘illat. Sebagaimana hadis s}ah}i>h}, hadis
h}asan pun mempunyai kreteria yang sama dengan hadis s}ah}i>h}, hanya
saja perawi dalam hadis h}asan lebih rendah ke-d}a>bit}-annya
atau gairu ta>m al-d}abt} sebagimana perawi hadis s}ah}i>h}. Kedua-duanya
terbagi menjadi s}ah}i>h} liz\a>tihi> dan s}ah}i>h}
ligairihi> serta h}asan liz\a>tihi> dan h}asan
ligairihi>. Kedua-duanya pun sama-sama bisa dijadikan hujjah, akan
tetapi tentu saja hadis s}ah}i>h} lebih unggul dan lebih kuat status
kehujjahannya dibanding dengan hadis h}asan.
2.
Hadis d}a‘i>f adalah hadis
yang tidak memenuhi syarat-syarat hadis s}ah}i>h} ataupun syarat-syarat hadis h}asan.
Dalam pembagiannya, hadis d}a‘i>f diklasifikasi menjadi hadis yang d}a‘i>f
karena terputus sanadnya dan yang disebabkan hal lain diluar terputusnya sanad.
Hadis d}a‘i>f tidak bisa dijadikan hujjah, tapi bisa diamalkan hanya
terbatas pada fad}a>il al-a‘ma>l saja. Sedangkan dalam
periwayatannya, hadis d}a‘i>f harus dijelaskan ke-d}a‘i>f-annya
apalagi bila disampaikan pada orang awam.
3.
Hadis maud}u>‘ adalah bagian dari hadis d}a‘i>f
yang paling rendah. Pada dasarnya, hadis maud}u>‘ bukanlah hadis,
melainkan hanya perkataan seorang pendusta yang lalu disandarkan kepada Nabi.
Banyak faktor yang melatar belakangi munculnya hadis maud}u>‘ ini,
diantaranya adalah faktor politik, faktor bermazhab, atau karena ingin dekat
dengan penguasa dan lain-lain. Hadis maud}u>‘,
sebagaimana hadis d}a‘i>f ketika diriwayatkan harus menjelaskan
ke-maud}u‘-annya, utamanya ketika disampaikan kepada orang awam.

Comments
Post a Comment