by ; BASRI , M.Hum
posted : ZAHARUDDIN, M.Th.I
Salam Sejahtera guys, sekarang kembali lagi bertemu di ARTIKEL TAFSIR HADIS, pada kesempatan ini, pengarang blog akan memposting sebuah materi yang trak kalah pentingnya mengenai manfaat di masa yang akan datang, dan relevansinya dengan saat sekarang sudah menjadi materi TERUPDATE sangat kuat di berbagai kalangan YAKNI tentang HERMENEUTIKA MUHAMMAD SYAHRUR , yang telah ditulis oleh sahabat karib pengarang blog ini, BASRI, M.Hum.
HERMENEUTIKA SYAHRUR----)) Materi lengkap
Semoga Bermanfaat Yach...kawan-kawan..
Sedikit Gambaran :
Kegelisah Syahrur atas pemikiran umat Islam selama ini yang hanya bersifat repetitif (qira`ah mukarrirah), dan bukan pembacaan produktif (qira`ah muntijah),
telah melahirkan sebuah model hermeneutika yang layak untuk diaplikasikan dalam
era kontemporer sekarang ini. Jika untuk memahami al-Kita>b yang di dalamnya terdapat ayat-ayat muhkama>t (ayat-ayat hukum sebagai Kita>b al-Risa>lah), maka harus
menggunakan metode ijtihad sesuai dengan konteks dan perkembangan
zaman. Dan adapun untuk memahami ayat-ayat al-qur`a>n (ayat-ayat mutasya>biha>t sebagai Kita>b al-Nubuwwah), maka harus didekati
dan dipahami dengan menggunakan metode
takwil dan pemahamannya bisa
tunduk pada perkembangan ilmu pengetahuan.

Dinamika dan gagasan tafsir yang diusung oleh
para penafsir kontemporer sudah barang tentu dengan modifikasi dan kritik
sesuai dengan tuntutan zaman kontemporer dewasa ini. Muhammad
Syahrur misalnya, seorang cendekiawan asal Mesir-Syiria yang telah menawarkan
berbagai teori yang inovatif dan revolusioner dalam pengembangan kajian Islam.
Lewat karyanya yang berjudul al-Kita>b wa al-Qur`a>n: Qira>`ah
Mu`a>shirah,
FREE DOWNLOAD
Beliau telah menyumbangkan hasil kajiannya yang unik,
khususnya bagi usaha penafsiran kembali Al-Qur`an dan sunnah dalam konteks
dalam konteks yang lebih luas untuk membangun hukum sebagai system yang
komprehensif.
Makalah ini akan menguraikan
bagaimana konsep pemikiran Muhammad Syahrur tersebut dalam mengkaji ayat-ayat
Al-Qur`an dalam mengembangkan kajian Islam. Oleh karenanya, di sini akan
dibahas bagaimana model hermeneutika Muhammad Syahrur yang berupa metode
ijtihad dengan pendekatan teori hudud serta metode takwil
dengan pendekatan saintifiknya.
Saya kira untuk saat ini, itu aja dulu yach....Silahkan dibuka materi lengkapnya di atas,,,,
SEMOGA BERMANFAAT...!!!!
Comments
Post a Comment