TINJAUAN UMUM 'MUBALLIG' , DA'I

  A.    Tinjauan Tentang Muballigh Mubaligh berasal dari kata tabligh. Adapun pengertian tabligh menurut Tata Sukayat   mengatakan bahwa: “Kata tabligh merupakan bahasa Arab, yang berasal dari akar kata: ballagha, yuballighu, tablighan yang berarti menyampaikan. Tabligh adalah kata kerja transitif, yang berarti membuat seseorang, menyampaikan atau melaporkan”. [1] Sementara Mahmud Yunus, kata “Muballigh berarti yang menyampaikan”. [2] Sedangkan dalam kamus bahasa Indonesia , “Muballigh berarti juru dakwah; orang yan menyebar luaskan atau menyiarkan agama Islam”. [3] Dari beberapa pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa Muballigh adalah seorang juru dakwah yang berusaha meneruskan dan melestarikan ajaran Islam, dengan jalan meningkatkan pengertian, kesadaran, penghayatan dan pengamalan ajaran Islam di tengah-tengah masyarakat.   Muballigh yang dimaksud dalam hal ini adalah seseorang yang memberikan pengajaran pendidikan agama Islam dalam pendidik...

QASAS AL-QUR'AN


1.      Qas}as} al-Qur’an adalah berita atau pemberitaan al-Quran mengenai keadaan umat terdahulu, nabi-nabi terdahulu, dan peristiwa-peristiwa yang benar pernah terjadi.
2.      Secara umum, qas}as} al-Qur’an dibagi menjadi tiga bagian, yakni kisah para nabi, kisah yang berhubungan dengan masa lalu dan orang-orang yang tidak disebutkan kenabiannya, dan kisah tentang hal-hal yang terjadi pada masa Rasulullah saw., seperti perang Badar dan perang Uhud dan lain-lain.
free DOWNLOAD makalah/artikel LENGKAP



3.      Walau al-Qur’an bukan kitab sejarah ataupun buku cerita, akan tetapi dalam menyajikan kisah (yang merupakan salah satu tema bahasan dalam al-Qur’an), al-Qur’an menggunakan beberapa gaya serta karakteristik khas, mempesona dan tidak membosankan.

4.      Secara garis besar, dalam pengungkapan kisah dalam al-Qur’an terdapat dua macam tujuan, yakni tujuan pokok (غرض أساسي) yang tak lain adalah untuk “merealisir tujuan umum yang dibawa  oleh al-Qur’an kepada manusia”, yakni menyeru atau menunjuki mereka ke jalan yang benar agar mereka mendapat keselamatan dunia akhirat. Dan juga ada tujuan sekunder (غرض فرعي), dimana diantaranya adalah untuk  menetapkan bahwa Nabi Muhammad benar-benar menerima wahyu dari Allah dan bukan berasal dari ahli kitab seperti Yahudi dan Nasrani, serta menjadi pelajaran bagi manusia sehingga senantiasa dapat mengambil hikmah yang terkandung dalam setiap kisah yang dipaparkan oleh al-Qur’an.

Comments

BERITA TERBARU !!

Popular posts from this blog

CARA MELAKUKAN TAKHRIJ HADIS

BIL MA'TSUR ( TAFSIR AYAT DENGAN AYAT )

cara atau Kaedah al-Jarh Wa al-Ta’dil Serta Aplikasinya

MOTIVASI IBADAH.com

Popular posts from this blog

CARA MELAKUKAN TAKHRIJ HADIS

BIL MA'TSUR ( TAFSIR AYAT DENGAN AYAT )

cara atau Kaedah al-Jarh Wa al-Ta’dil Serta Aplikasinya

download TAFSIR AL-NASAFIY

HADIS TARBAWIY DAN AKHLAK (BERKURANGNYA IMAN KARENA MAKSIAT)

kaedah 'ATAF - AL-'ATFU DALAM AL-QUR'AN

KRITERIA KEPALA NEGARA DALAM PERSPEKTIF HADIS

MANHAJ THABATHABAI DALAM al mizan

RUANG LINGKUP ILMU AL-JARH DAN AL-TA’DIL

AL-HALLAJ Dan YAZID AL-BUSTAMI