Teknik
interpretasi dapat juga diartikan sebagai cara atau kepandaian seseorang dalam
pemberian kesan atau pendapat berkaitan dengan obyek interpretasi. Muin
Salim mengatakan; " Teknik interpretasi sebagai cara kerja memahami makna dari
ungkapan verbal secara khusus berkaitan dengan obyek dan alat interpretasi,
tetapi tidak terlepas dari aspek- aspek tafsir yang telah dikemukakan.
Adapun
pengertian teknik interpretasi dalam kaitannya dengan kajian ilmu tafsir adalah
sebuah cara atau metode memahami makna ayat-ayat al-Qur’an dengan memberikan
penjelasan, penafsiran dari berbagai sudut pandang/aspek. Sebelum mengemukakan
interpretasi sebaiknya dilakukan dahulu analisis data (ayat) agar pemahaman
terhadap sebuah ayat menjadi utuh.
B.
Bentuk-bentuk Teknik Interpretasi
Beberapa bentuk teknik-teknik
interpretasi antara lain:
1. Interpretasi Tekstual
Dalam teknik ini data
yang dihadapi ditafsirkan dengan menggunakan teks-teks al-Qur’an atau dengan
riwayat Nabi Muhammad saw berupa perkataan, perbuatan atau pengakuan.
Penelusuran konsep-konsep penting dari kosa kata pada ayat, lalu dicari gagasan-gagasan yang
terkandung dalam frase atau klause yang menjadi bagian ayat.
Secara sederhana teknik
ini dapat diasosiasikan dengan tafsir bi al-ma'tsur atau bi al-riwa>yat
yang merupakan bentuk penafsiran tertua dalam khazanah intelektual Islam.Y
Awalnya para sahabat
Nabi kebingungan untuk menafsirkan
"zhulm" dalam ayat itu.
Kemudian seperti biasa ketika dihadapkan kepada kesulitan memahami ayat mereka
bertanya kepada Nabi Saw. Apa gerangan makna "zhulm"itu?. Nabi
mejelaskan kalau yang dimaksud kata itu
adalah menyekutukan Allah, sesuai dengan apa yang difirmankan-Nya dalam surat Luqman (31): 13:
interpretasi
ini dipergunakan untuk MENCARI pengertian yang terkandung pada sebuah kata,
dan pada langkah berikutnya untuk memperoleh kesimpulan dalam kalimat yang
membentuk ayat yang dibahas.
2. Interpretasi Sistemis
Yang dimaksud adalah pengambilan
makna yang terkandung dalam ayat (termasuk klausa dan frase) berdasarkan
kedudukan dalam ayat, di antara ayat-ayat ataupun di dalam surahnya.
3. Interpretasi Sosio-Historis
Data berupa ayat ditafsirkan
dengan pendekatan sejarah berkenaan dengan kehidupan sosio kultural masyarakat
Arab ketika ayat diturunkan. Hal ini berpijak pada suatu landasan faktual bahwa
terdapat ayat-ayat al-Qur'an yang diturunkan berkaitan dengan
peristiwa-peristiwa atau kasus-kasus tertentu. Sebagai contoh di sini dapat
dikemukakan tentang penginterpretasian kata al-tahlukah pada ayat
berikut:
ولا تلقوا باءيديكم الي التهلكة
Menurut riwayat Ibnu Jarir,
menjelang turunnya ayat tersebut diatas ada suiatu kasus seorang sahabat
membagi-habiskan harta perbekalan perangnya kepada sahabat lainnya.
4. Interpretasi LogiK
Penggunaan prinsip seperti ini dirasa sangat diperlukan mengingat usaha
memahami dan menafsirkan al-Qur'an merupakan kegiatan ilmiah yang memerlukan
penalaran ilmuah pula. Secara eksplisit al-Qur'an sendiri mengisyaratkan
perlunya manusia merenungkan isinya agar mereka sadar dan selalu ingin kembali
kepada kebenaran.
Selain itu, kenyataan lain
menunjukan bahwa penggunaan prinsip logika telah menjadi basis pengambangan
ilmu-ilmu keislaman, khususnya Ilmu Fiqh dan Ulumul Qur'an sendiri,
Sebagai
contoh dapat dikemukakan firman Allah QS. Al-Isra' (17): 23:
Mengucapkan kata “ah”
kepada orang tua tidak dibolehkan oleh agama apalagi mengucapkan kata-kata atau
memperlakukan mereka dengan lebih kasar daripada itu.
5. Dll.,(Tekhnik Interpretasi
Linguistik, Teologis, Kultural, ganda)
Makalah ini tidak membahas
terlalu panjang dan sebagian yang disebutkan pada poin 5 akan dibahas pada
pemakalah selanjutnya.
Demikianlah makalah yang sempat
kami paparkan pada kesempatan emas ini, semoga dengan materi ini dapat kita
praktekkan dalam kehidupan sehari-hari khususnya dalam tekhnik penafsiran
sebagaimana yang telah dijelaskan dalam makalah ini. Atas perhatiannya, penulis
mengucakan banyak terimah kasih serta lebih dan kurangnya mohon dimaafkan.
Comments
Post a Comment