Tinjauan Tentang Muballigh
Calon muballigh..hehehe
By .. ARTIKELTAFSIR HADIS..
Dalam upaya menyampaikan isi dari al-Qur'an, apakah itu berupa penyampaian dengan praktek ataukan hanya secara lisan. secara praktek biasanya dapat menjadi contoh tauladan bagi orang yang melihatnya ataupun secara lisan dapat dilihat dari tutur kata, nasehat seseorang untuk disampaikannya kepada lawan bicara.
merealisasikan hasil dari tafsir dan hadis sangatlah penting, bukan hanya sekedar mempelajarinya saja akan tetap butuh untuk dpraktekkan dan itulah merupakan pesan dari al-Qur'an.
Mubaligh
berasal dari kata tabligh. Adapun pengertian tabligh menurut Tata Sukayat mengatakan bahwa:
“Kata
tabligh merupakan bahasa Arab, yang berasal dari akar kata: ballagha,
yuballighu, tablighan yang berarti menyampaikan. Tabligh adalah kata kerja
transitif, yang berarti membuat seseorang, menyampaikan atau melaporkan”.
Sementara
Mahmud Yunus, kata “Muballigh berarti yang menyampaikan”.
Sedangkan
dalam kamus bahasa Indonesia,
“Muballigh berarti juru dakwah; orang yan menyebar luaskan atau menyiarkan
agama Islam”.
Dari
beberapa pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa Muballigh adalah seorang
juru dakwah yang berusaha meneruskan dan melestarikan ajaran Islam, dengan
jalan meningkatkan pengertian, kesadaran, penghayatan dan pengamalan ajaran
Islam di tengah-tengah masyarakat.
Muballigh yang dimaksud dalam hal ini adalah seseorang yang memberikan
pengajaran pendidikan agama Islam dalam pendidikan formal, non formal, maupun
informal.
Dalam
konteks ajaran Islam, tabligh adalah penyampaian dan pemberitaan tentang
ajaran-ajaran Islam kepada umat manusia, yang dengan penyampaian dan
pemberitaan tersebut, pemberitaan menjadi terlepas dari beban kewajiban
memberitakan dan pihak penerima berita menjadi terikat dengannya. Dan ilmu yang
mempelajari tentang tabligh disebut ilmu
tabligh, yaitu:
Sukayat,
Tata, mengemukakan bahwa: “ilmu tabligh adalah
ilmu yang membahas tentang tata cara melakukan tabligh al-Islamiyah dengan
metode ilmiah dengan pendekatan istiqra, istinbath, iqtibas, dan istiqra demi
tegaknya kebenaran dan keadilan”.
Sedangkan
dalam konsep Islam, tabligh merupakan salah satu perintah yang dibebankan
kepada para utusan-Nya. Bahkan diantara kesempurnaan Nabi Muhammad SAW. Adalah
beliau memiliki empat sifat, yaitu: shidiq, amanah, fathonah, dan tabligh.
Sifat
tabligh yang dimiliki Nabi Muhammad SAW. merupakan sifat wajib yang harus ada
pada diri Rasulullah, karena Rasulullah saw. Menerima wahyu dari Allah SWT.
Yang harus disampaikan kepada umatnya. Dengan demikian, perintah tabligh itu
merupakan perintah yang langsung dari Allah SWT.
Dari
segi sifatnya, perintah tabligh tidak berisifat insidental melainkan bersifat
kontinue yakni sejak Nabi Muhammad SAW. Diangkat sebagai utusan Allah sampai
menjelang kematian beliau. Hal ini sebagai mana dijelaskan dalam al-Qur’an
Surah al-Maidah ayat 67 :
يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ
بَلِّغْ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ وَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ
رِسَالَتَهُ وَاللَّهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِ إِنَّ اللَّهَ لا يَهْدِي
الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ
Terjemahnya:
Hai Rasul, sampaikanlah
apa yang di turunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa
yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah
memelihara kamu dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi
petunjuk kepada orang-orang yang kafir.
Firman
Allah pada ayat tersebut, sebagai perintah Allah kepada Rasulullah SAW. Agar
melaksanakan tabligh, yang sekaligus merupakan perintah kepada umatnya.
Berkaitan dengan kewajiban tabligh ini, terdapat beberapa hadits Rasulullah
SAW. Yang menjelaskannya, antara lain : “Sampaikanlah apa-apa dari aku,
walaupun hanya satu ayat. Agar yang hadir menyampaikan kepada yang tidak
hadir”.
Sedangkan
dari segi materi (mawdhu) tabligh, materi dalam beberapa ayat al-Qur’an di
bawah ini:
Terjemahnya:
Aku sampaikan kepadamu
amanat-amanah Tuhanku dan aku memberi nasihat kepadamu, dan aku mengetahui dari
Allah apa yang tidak kamu ketahui.
2. Surah al-Jin ayat 28 :
Terjemahnya:
Supaya Dia mengetahui,
bahwa sesungguhnya rasul-rasul itu telah menyampaikan risalah-risalah Tuhannya,
sedang (sebenarnya) ilmu-Nya meliputi apa yang ada pada mereka, dan Dia
menghitung segala sesuatu satu persatu.
Sebagaimana
pernyataan-pernyataan di atas, dapat dipahami bahwa Muballigh adalah seorang
juru dakwah yang berusaha meneruskan dan melestarikan ajaran Islam, dengan
jalan meningkatkan pengertian, kesadaran, penghayatan dan pengamalan ajaran
Islam di tengah-tengah masyarakat dan memiliki peranan penting dalam agama Islam, termasuk mengantisipasi perkembangan kepercayaan terhadap kekuatan
mistik yang tidak sesuai dengan ajaran agama Islam dengan melaui pendidikan
formal, non formal, dan informal.
Comments
Post a Comment