1.
Diantara
hal-hal yang melatarbelakangi pembukuan hadis adalah:
Ø Karena Al-Qur’an telah dibukukan.
Ø Banyak perawi hadis yang meninggal dunia sehingga dikhawatirkan
hadis-hadis akan hilang dengan wafatnya mereka, sementara generasi penerus
diperkirakan tidak terlalu menaruh perhatian terhadap pemeliharaan hadis.
Ø Daerah kekuasaan islam semakin meluas.
Ø Terjadinya berbagai macam pemalsuan hadis.
2.
Mushannaf
adalah sebuah kitab hadis yang disusun berdasarkan bab-bab fiqhi, yang
didalamnya terdapat hadis marfu’, mauquf dan maqtu’. Karena mushannaf
adalah kitab hadis yang disusun berdasarkan kitab fiqhi, maka muwatta’ termasuk
didalamnya.
3.
Dinamakan
musnad apabila ia memasukkan semua hadis
yang pernah ia terimah dengan tanpa menerangkan derajat ataupun menyaring
hadis-hadis tersebut. Kiitab musnad berisi tentang kumpulan hadis-hadis, baik
itu hadis shahih, hasan dan dhaif.
4.
As
Sunnah yaitu kitab-kitab yang disusun berdasarkan bab tentang fiqhi, dan hanya
memuat hadis-hadis yang marfu’ saja agar dijadikan sebagai sumber bagi para
fuqaha dalam mengambil kesimpulan. As Sunnah tidak terdapat pembahasan tentang
sirah, aqidah, manaqib, dan lain-lain.
5.
Jami’
berarti sesuatu yang mengumpulkan, mencakup dan menggabungkan. Kitab jami’
adalah kitab hadis yang metode penyusunannya mencakup seluruh topik-topik
agama, baik aqidah, tharhah, ibadah, mu’amalah, pernikahan, sirah, riwayat hidup, adab, tafsir, tazkiyatu nafs dan
lain-lain.
6.
Ajza’
menurut istilah muhaddisin adalah kitab yang disusun untuk menghimpun
hadis-hadis yang diriwayatkan oleh satu
orang, baik dari generasi sahabat maupun generasi sesudahnya. Seperti
Juz hadis abu Bakar, dan juz hadis
Malik. Pengertian yang lain adalah kitab hadis yang memuat hadis-hadis tentang
tema-tema tertentu.
7.
Kitab
hadis dinamakan shahih apabila didalam penulisannya, penulis hanya mencantumkan
hadis-hadis yang dianggap shahih saja oleh penulis. Contoh kitab shahih adalah
kitab shahih al-Bukhariy dan kitab shahih Muslim.
8.
Yang
dimaksud dengan jenis al athraf adalah kumpulan hadis dari beberapa kitab
induknya dengan cara mencantumkan bagian atau potongan hadis yang diriwayatkan
oleh setiap sahabat. Penyusunan hanyalah menyenbutkan beberapa kata atau
pengertian yang menurutnya dapat dipahami hadis yang dimaksud. Sedangkan
sanad-sanadnya terkadang ada yang
menulisnya dengan lengkap dan ada yang menulisnya dengan mencantumkan
sebagiannya saja.
9.
Mustakhraj
adalah kitab hadis yang memuat matan-matan hadis ya ng diriwayatkan oleh
Bukhary atau Muslim atau kedua-duanya atau lainnya, kemudian sipenyusun
meriwayatkan matan-matan hadis tersebut dengan sanad sendiri yang berbeda.
Misalnya: mustakhraj shahih bukhary susunan Al Jurjaniy.
10.
Penyusun
kitab al mustadrak adalah kitab yang disusun untuk memuat hadis-hadis yang
tidak dimuat didalam kitab-kitab hadis sebelumnya, padahal hadis itu shahih
menurut syarat yang dipergunakan oleh ulama tesebut. Salah satu kitab Mustadrak
yang terkenal adalah al Mustadrak ala
Shahihaini karaya al Hakim al Naisabury (321-405 H).
Comments
Post a Comment