HAKEKAT TIDUR
Hakekat tidur da;am alqur'an, telah di tuliskan dan dijelaskan dalam file penjelasan yang bisa di download dalam link yang tercantum pada materi ringkasan ini
A. Pengertian Tidur
DAri Kata ruqu>d (رقود)
adalah bentuk jamak dari kata ra>qid (راقد). Kata ra>qid itu sendiri adalah ism fa’il yang terambil dari akar kata yang terdiri dari 3 huruf yaitu
ra, qaf dan dal yang menunjuk pada
arti tidur.
Al-laits membedakan tidur
yang dilakukan
pada siang hari dengan tidur pada malam hari yang menggunakan kata
ini. Tidur di siang hari dikatakan ruqa>d (رقاد)
= tidur siang, sedangkan pada malam hari dikatakan (رقود)
tidur malam. Namun, menurut al-Azha>ri, bagi orang Arab kedua kata tersebut
sama yaitu menunjuk pada arti “tidur” baik pada malam hari maupun pada siang
hari.
.................................................................
DOWNLOAD Hakekat Makna arti Tidur dalam Al-Qur'an
B.Penggunaan TIDUR Term
al-Ruqud dalam al-Qur’an
Di dalam al-Qur’an, penggunaan term-term yang berakar
kata dari raqada (رقد
) terulang sebanyak 2 kali, yaitu bentuk ruqud (رقود) yang ditemukan
pada satu tempat, yaitu dalam QS. Al-Kahfi. : 18 dan bentuk marqad مَرْقَدِ
yang juga ditemukan pada satu tempat, yaitu dalam QS. Yasin (36) : 52.
C.Term-term lain yang Semakna dengan TIDUR Ruqud
a)
Al-Naum
Kata naum terdiri dari 3 huruf yaitu nun, waw, dan
mim asal yang shahih menunjukkan pada arti kebekuan dan berdiam diri dan
istirahat di suatu tempat dalam artian dengan tidur itu dia tidak merasakan
sesuatu yang ada di sekitamya. .................
DOWNLOAD Hakekat Makna arti Tidur dalam Al-Qur'an
Masalah tidur telah
lama dikaji dan diteliti secara ilmiah dan secara
medis, demikian juga
penafsiran selama seseorang tidur juga
pendorong utamanya. Ada yang
beranggapan, tidur hanyalah tuntutan kebutuhan dan usaha memulihkan
tenaga dan kesegaran
jasmani. Tetapi pendapat ini ditentang oleh anggapan lain
yang mengatakan, orang yang tidak mengalami
kelelahan pun akan tidur pada
tempat tidur, akan tidur pada saat-saat tertentu,
di luar saat istirahat
yang diperlukan akibat adanya
tuntutan fisiknya yang sedang sakit.
b)
Al-Mabit
Kata mabit berasal dari kata ba>ta yabi>tu
wa yuba>tu bai\tu>tatun, wa mabi>tan, Sementara kata ba>ta (بات (
itu sendiri
berasal dari kata بيت yang terdiri atas tiga huruf yaitu ب
ي
ت ba ya ta yang merupakan satu kesatuan
atau satu dasar yang memiliki makna yaitu sebuah tempat tinggal atau tempat
pcrlindungan, tempat kembali, tempat perkumpuian atau tempat peristirahatan
sebagaimana dikatakannya kata baitun بيت
, بيوت
, ابيت
, yang berarti rumah
atau banyak rumah, seperti bait syair yang memiliki kesamaan dengan kata bai>tun
(rumah) karena memiliki huruf yang sama
dan makna yang sama sesuai dan syarat tertentu yaitu sesuai dengan timbangan
bahasanya. Sebagaimana ungkapan syair:
وبيت علي ظهر المطي بنيته بأسمر مشقوق الخياشيم يرعف
Kata asmara (اسمر) yang dimaksudkan
pada syair di atas adalah al-kalam, dan kata baitun (بيت ) berarti tempat tinggalnya seseorang dan orang
yang tinggal bersamanya. Seperti dalam ungkapan:
مالفلان بيتة ليلة
, أي ما يبيت عليه من طعام وغيره
Maknanya adalah apa yang ada di dalam dirinya
makanan dan yang lainnya.
Di dalam al-Qur‘an kata al-mabi>t beserta perubahan katanya disebutkan sebanyak 73 kali
yang tersebar di beberapa surah
salah satunya yang disinggung dalam (QS an-Nisa (4) : 108):
إِذْ يُبَيِّتُونَ مَا لا يَرْضَى مِنَ الْقَوْلِ
Terjemahannya:
“Ketika pada suatu
malam mereka menetapkan keputusan”.
Maksudnya yaitu ketika mereka berkumpul di tempat tinggalnya. Hanya saja kata tersebut bentuk penggunaannya khusus pada malam hari dan masih samar-samar penggunaannya untuk siang hari. Sejalan yanag diungkapkan
dalam kitab matla’ مطلع bahwa kata mabi>t مبيت di sini di fathah mimnya merupakan bentuk masdar dari ba>ta
yabi>tu wa yuba>tu bai>tu>tatun wa mabi\tan menurut menurut Ibn
Ats'ir bahwa seluruh yang terkait dengan malam mak berhubungan dengan نام atau بات
, dan menurut Ibn al-Qatta’
dan Abu Usman bahwa بات
itu mengerjakan
hal ini dan dikerjakan pada Saat malam hari, akan tetapi tidak dikatakan bahwa بات itu sama dengan نام dan pcnulis kitab
al-Muhith mengatakan bahwa kata tersebut bisa juga difungsikan bermakna pada siang
hari.
c)
Al- Nuas
Kata nuas berasal dari kata naasa,
yan'asu, nuasaa.
Sementara kata nua>s نعاس
itu sendiri terdiri dari 3 huruf , yaitu nun (ن). ain (ع).
dan sin س))
yang menunjukkan makna mengantuk sebagai contoh ناقة نعوس (unta betina itu mengantuk), disifati demikian, jika ia
beristirahat setelah berlari kencan karena sesungguhnya jika unta telah berlari
kencang maka ia mengantuk. Kata nua>s نعاس
yang bermakna tidur, dan suatu pendapat mengatakan bahwa kata nua>s نعاس serupa dengan
tidur (mengantuk), pendapat lain mengatakan tidur yang nyenyak.
Al-laits berpendapat bahwa kata نعاس adalah
mengistirahatkan tubuh karena mengantuk dan adakalanya memejamkan mata untuk
istirahat sejenak. Imam al-azha>ri berpendapat bahwa pada hakekatnya kata
nua>s نعاس ialah mengantuk,
namun tidak sampai tertidur atau memejamakan mata ketika duduk.
Comments
Post a Comment