Dalam ulasan singkat ini, pertama-tama, pengarang dalam blog ini sangat berterimah kasih kepada pihak yang terkait dengan penyelesaian pengarang blog dalam studi masa S2 di Program Pascasarjan UIN Alauddin Makassar tahun akademik 2015/2016 sehingga pada saat sekarang ini, penulis berhak memperoleh gelar Master Theologi Islam di singkat M.Th.I dengan nama lengkap Zaharuddin, M.Th.I.
selain itu, penulis berterimah kasih juga kepada pihak google dalam memfasilitasi penulis dalam mengekspresikan imajinasi penulis dalam sebuah blog di mana seluruh dunia dapat mengakses ulasan penulis. begitu pula kepada penyedia domain akhirnya, fasilitas ini dapat menjadi website pribadi penulis.
Adapun karya singkat penulis saat menyelesaikan tesis penulis dapat dilihat gambarannya dalam abstrak penulis, sebagaimana berikut
ABSTRAK
Nama / NIM / Konsentrasi : Zaharuddin
/ 80100213124 / Tafsir Hadis
Judul Tesis : Tawassul dalam Perspektif Hadis
(Urgensi
dan Implementasinya)
Tesis
ini berbicara tentang tawassul berdasarkan apa yang digambarkan dalam
hadis ditinjau dari urgensi dan Implementasinya. Dengan tujuan untuk; 1)
mengetahui macam-macam bentuk tawassul sebagaimana yang diperkenalkan
oleh Nabi, 2) mengetahui dan meneliti tingkat kualitas hadis-hadis tentang tawassul,
3) mengetahui arti pentingnya (urgensi) tawassul dalam upaya memperoleh
rahmat, magfirah serta kedekatan kepada Allah Swt, 4) dapat mengimplementasikan
hadis tentang bentuk tawassul dalam kehidupan bermasyarakat.
Dalam menjawab masalah tersebut,
penulis menggunakan metode tematik dalam mengkaji hadis yang terdapat dalam Kutub
al-Tis’ah (9 kitab hadis standar). Hasil yang ditemukan penulis adalah; terdapat
50 buah hadis yang ditemukan dan terbagi dalam 13 kelompok masalah dan setiap
klasifikasi telah dipilih sebuah jalur untuk diteliti. Adapun kualitas jalur
hadis yang diteliti sebanyak 8 s}ahi>h
li dza>tih, 1 hasan
li dza>tih, 3 hasan
li gai>rih, dan 4 d{ai>f .
Dari data yang diperoleh,
penulis memandang bahwa hadis-hadis tentang tawassul memberikan informasi
mengenai urgensi melaksanakan tawassul dalam upaya mendekatkan diri kepada Allah dengan tujuan bahwa; Tawassul
untuk dekat dengan Allah serta dimasukkan dalam Syurga, tawassul agar
doa terijabah oleh Allah Swt, tawassul mencari ridha, magfirah dan jauh
dari murka-Nya, tawassul agar mendapatkan nikmat dari Allah, tawassul
agar memperoleh keberkahan dari Allah, tawassul agar tergolong dalam
umat yang diberi Syafa’at, tawassul untuk minta pertolongan dan jauh
dari musibah, tawassul agar memperoleh kehidupan yang layak.
Dalam mengimplementasikan
hadis-hadis tersebut, ditemukan bentuk tawassul yang dibolehkan seperti;
Tawassul melalui Allah sendiri (dengan nama-Nya, Sifat-Nya, ilmu dan
kodrat-Nya), tawassul melalui Nabi (Doa Nabi dan diri Nabi ketika masih
hidup), tawassul kepada Allah melalui Iman kepada Allah dan Nabi-Nya, tawassul
dengan orang saleh (dengan doa dan dirinya ketika masih hidup), tawassul
melalui amal saleh. Begitupula yang dilarang seperti; Tawassul melalui
Do’a dan diri Nabi setelah wafatnya, tawassul melalui orang saleh
setelah wafatnya juga, Tawassul melalui mahluk ghaib, jin, setan dan
sebagainya.
Cara yang ditawarkan oleh penulis agar bisa
meminimalisir kesalahpahaman dalam mempraktekkan tawassul seperti;
melakukan dakwah, menulis buku dan membuka dialog seputar tawassul, atau
dengan menerapkan pengalaman masyarakat yang melihat perbuatan dosa bagi
seseorang berkurang jika rutin shalat jama’ah di mesjid sambil mendengarkan
siraman rohani, menahan nafsu dan tidak mendekati maksiat. Sehingga Allah akan
lebih menyayangi dan mengabulkan doa hamba-Nya.
Comments
Post a Comment